Senin, 24 Januari 2011

SYAFAAT BAGI BANGSA DAN NEGARA

Bacaan Alkitab: 1 Timotius 2:1-7

          Kehidupan doa yang sehat adalah apabila kita tidak hanya mendoakan apa yang kita perlukan secara pribadi. Tepi juga memikirkan orang-orang yang ada di sekitar kita terlebih mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus, termasuk di dalamnya adalah bangsa dan negara. Untuk itu Paulus mengingatkan Timotius supaya dia tidak egois ketika ia memanjatkan doa dihadapan Allah. Jangan hanya memikirkan dirinya sendiri tetapi para pemimpin dan penguasa juga. Kenapa kita harus bersyafaat untuk bangsa dan negara kita?

Karena itulah yang berkenan kepada Allah
          Seringkali kita lupa bahwa berdoa untuk bangsa dan negara adalah suatu yang berkenan di hati Allah. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,” (ayat 1-3) Sebab Allah tidak pernah menghendaki permusuhan diantara negara dan umat-Nya. Kalau setiap kita mendoakan bangsa dan negara ini, maka ada sesuatu yang bisa kita harapkan boleh terjadi atas bangsa ini.
          Apapun yang dilakukan oleh bangsa ini bagi pemulihan dirinya tidak akan mungkin tanpa campur tangan Allah di dalamnya. Oleh karena itu kita terdorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara kita, baik bagi pemimpin dan juga masyarakat yang ada didalamnya sehingga Allah melawat mereka dan memakai mereka sebagai alat di tangan-Nya untuk memulihkan bangsa kita.

Supaya kita hidup tenang dan tenteram
          Ketenangan dan ketenteraman hanya akan dapat kita miliki di negara kita ini, apabila kita mengandalkan Tuhan didalammnya. Itulah sebabnya kita didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara kita “agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” (ayat 2) Kalau bukan Tuhan yang melawat kota dan bangsa kita, maka mustahil kita akan mendapatkan ketenangan yang hakiki di tengah-tengah bangsa dan negara ini. (lih. Mazmur 127:1b) Itulah sebabnya betapa bangsa ini sangat membutuhkan doa kita sebagaimana kita membutuhkan bangsa ini.

Supaya bangsa kita mendapatkan keselamatan
           Tujuan dari syafaat kita yang utama adalah agar setiap orang yang ada di tengah-tengah bangsa ini boleh diselamatkan lewat percaya kepada Yesus Kristus. “… yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (ayat 4) Itulah sebabnya setiap kita harus menjadi perantara diantara Allah dan bangsa ini. Sebab kalau bukan kita siapa lagi yang memikirkan keselamatan bangsa kita? Kita yang memiliki keberanaran - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. (ayat 5-6) - harus berusaha menjadi alat ditangan Tuhan. Paulus berkata: “ Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (ayat 7). Kitalah yang harus membawa bangsa ini dihadapan Allah lewat diri kita yang menjadi saksi Kristus.

          Bangsa ini membutuhkan Allah bagi pemulihannya. Untuk itu mari kita bawa bangsa ini dihadapan Allah sehingga dipulihkan dan terlebih diselamatkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar